perfect. aku dapet bangku 13AB, dan disekelilingku para orang tua. biasa biasa aja. nothing special. seperti pada umumnya perjalananku, aku harus making new friends. oldman is not an option. asik sih asik, cuma ga komunikatif. jadilah aku menduduki bangku laen yang masi kosong. dari malang, masih banyak banget bangku yang kosong. yep, masuk ke stasiun2 berikutnya, bangku2 kosong ini akan terisi oleh penumpang2 laen. mumpung lagi kosong, lumayan lah nyari sepi buat baca2 buku.
sms masuk, dari ardian “rief, lo udah ada backup kan? gw mo install ulang neh, server udah ga bisa ditolong lagi” .. alah. katanya mo install ulang senin, giliran aku udah jalan, mo install ulang. heck. dapet lagi sms dari pak iwan “rief, gimana itu ceritanya koq bisa sampe kena serangan ?”, well, sir, aku ga tau gimana koq bisa kaya gitu. tapi yang jelas, service apache yang normalnya jalan cuma satu aja, ada banyak banget yang jalan. pengetahuan ku yang minim dibidang sysadmin, dikombinasikan dengan keadaan server yang agak ruwet akhir2 ini, menjadi masalah yang cukup pelik. plus, di sisi klien colo, aku yang pas-pasan dibidang sysadmin, dijadiin sysadmin. terpaksa belajar lagi dah.
kenalan dengan orang pertama. Amar Makruf, asal pekalongan, trip ke jakarta buat kerja. nothing special lagi, just ordinary un-talkative people. aku melalui percakapan percakapan yang agak membosankan. udah gitu ditengah ruangan kereta ekonomi yang pengap, yang menurut ali mudhor membutuhkan stamina yang kuat untuk jalan pake kereta ini, si amar ngerokok gak pake berenti. arrgh. akhirnya aku nyerah. dan merangsek dengan 1 paket koran surya hari ini (25juli), duduk di deket pintu. yah. lumayan, anginnya banyak. untuk orang yang berlemak sepertiku, angin seperti ini terasa nyaman, masuk angin urusan belakangan.
di deket pintu keluar, ada 2 orang duduk dengan tampilan keras aLa orang jalanan. wah, cocok neh. akhirnya aku membuka pembicaraan dengan dia. namanya puji, asli betawi dengan mata sipit, dan rokhmat dengan wajah lumayan bersahaja umur awal 30-an asli purwokerto. ciri khas orang jalanan, enak diajak ngomong. bisa diajak ngomong kemana mana, dan selalu mengalir. ternyata dia -si puji- kerja proyek konstruksi, operator pompa semen cor. dia ternyata suka naik gunung! jadilah kami ngobrol ngenorth-ngesouth cerita cerita masalah gunung. untuk orang dengan usia 25, dia cukup sering naik gunung. ke daerah jawa barat tentunya. entah kenapa, aku agak excited dengan cerita cerita yang mystique-related dari gunung gunung seperti gunung gede, cermay, papandayan, dan pantai pelabuhan ratu. tapi walopun aku excited, disisi laen aku jg gak terlalu percaya hal hal gituan. just excited. jadi aku ga bakal nyeritain hal ini.
nah, masuk di jam 10-an malem. setelah capek ngobrolin gunung, aku mulai masuk ngobrolin negara ini. inilah asiknya orang jalanan. untuk ukuran orang yang ga lulus sma, aku ga kesulitan untuk ngobrolin masalah politik. dia bisa ngikutin obrolan ini. ngobrol masalah penerapan syariah secara kaaffah, pendidikan dalam islam, ekonomi islam, dan masalah uqubat. bahas masalah ekonomi islam, dia terlihat menikmati banget diskusi ini. pemaparan masalah sistem kepemilikan dalam islam, cukup membuat dia ngumpat pemerintah yang dengan sistem ekonomi kapitalisnya membuat rakyat sengsara. aku bahas juga bagaimana sistem kapitalis membuat standar kelayakan hidup sebuah negara berdasarkan pendapatan perkapita penduduk, yang mengukur kaya tidaknya penduduk dari nilai produksi total satu negara dibagi dengan jumlah penduduk negara tersebut. ya, tentu saja banyak sekali orang miskin di negara ini, mengingat faktor produksi hanya dikuasai oleh segelintir orang orang kaya di indonesia. aku dan dia sepakat bahwa kebobrokan negara ini dengan gunung itu sama, yaitu gak bakalan habis di obrolin semaleman.
aku agak touched, ketika mengetahui bagaimana dia harus ngidupin keluarganya, setelah bapaknya meninggal tahun 2000 yang lalu. bagaimana dia menjaga adik adiknya untuk tetap sekolah walopun kaki harus jadi kepala dan kepala jadi kaki. aku sarankan ke dia, harus ada salah satu adiknya yang sekolah sampe kuliah sekalian. boro boro kuliah kata dia, masukin adiknya ke sma aja bayar 6 juta! gila emang. orang miskin dilarang pintar, kata dia. akupun menceritakan bagaimana sistem Islam mengatur masalah pendidikan. lagi lagi, dia excited dengan hal ini. akupun sempet promosi kuliah gratis di stie hamfara, perguruan tinggi pencetak ahli ahli ekonomi islam yang ntar disiapin sebagai pendukung berdirinya kembali khilafah islamiyyah. aku catat nomornya, dan aku anggap sodara, begitu pula dia menganggapku. semoga, dia bisa menjaga dan mengarahkan adiknya yang masih kelas satu ini untuk belajar dengan kenceng, ga ngikut pergaulan jakarta yang keras, yang dekat dengan miras dan narkoba. insyaAllah, aku bakal bantu ntar untuk provide informasi. pengennya aku maen ke daerah petamburan, melihat saudara saudaraku di fpi yang membuat para preman menjadi pejuang pejuang islam. orang orang seperti puji ini, yang pada faktanya banyak sekali dijumpai di jakarta, dengan sentuhan islam akan menjadi asset islam, singa singa islam yang akan berjuang untuk agama Allah.
jam 6:30 pagi ini aku membuka laptopku di daerah cirebon, dan menghabiskan waktu 45 menit untuk menulis ini. capek megangin laptop. jadi sampe sini aja.
bersambung ke “tour de batavia : day one”
bertemu orang yang berbeda pasti akan mendengar cerita yang berbeda, yang selalu saja menarik untuk didengar. saya sepakat banyak orang yang tidak mendukung aktif penerapan islam bukan karena dia tidak mau tetapi karena tidak tahu. baca ini jadi menyadarkan saya untuk lebih giat menyampaikan.